Teknologi yang dibangun oleh EarthCam dengan jaringan global Webcam live streaming yang dioperasikan di berbagai belahan dunia, memapukan kamu bebas menjelajahi dunia ini dari titik pandang yang tak tertandingi, seperti pada balkon obor Patung Liberty, keramaian di pusat-pusat aktivitas dunia semisal Tokyo, Newyork atau tempat lain yang tidak terjangkau oleh sembarang orang.
Layanan ini dapat diakses langsung pada situ EarthCam.com video streaming langsung, atau melalui kamera yang akan mengambil gambar dengan rentang waktu tertentu.
Banyak loh pemandangan populer realtime yang bisa kamu 'lihat seperti Times Square, Menara Eiffel, World Trade Center, Abbey Road Crossing, Patung Liberty, Las Vegas, Palm Dubai, Bourbon Street, Monumen Washington, Air Terjun Niagara, kuburan Andy Warhol, Hollywood Boulevard, Miami Beach dan Petra di Yordania, sebuah situs arkeologi prasejarah terkenal yang sudah ada sejak 300 SM.
Tertarik dengan layanan ini? Klik saja langsung www.EarthCam.com untuk mulai memantau dunia :)
Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo membuat manuver baru dalam paket internet yang ditawarkan ke masyarakat. Paket baru ini mengundang kehebohan di kalangan masyarakat karena angka yang ditawarkan cukup menggiurkan, yaitu Rp 1.000 untuk kuota data sebesar 1 GB.
Paket bernama Yellow itu detailnya menawarkan paket berisi kuota data sebesar 1 GB dengan harga Rp 1.000, tapi hanya berlaku selama 24 jam alias sehari di semua jaringan. Selain paket ini, IM3 Ooredoo juga menawarkan beberapa paket internet harian lainnya seperti paket kuota data 1 GB dengan masa aktif 3 hari seharga Rp 2.500 dan untuk 10 hari harganya Rp 7.000.
Dengan harga yang terbilang murah itu, muncul ketakutan jika rendahnya harga paket dari Indosat itu bisa memicu perang harga yang lebih sengit di antara para perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Namun, Direktur Utama Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi, membantah jika mereka menghadirkan paket ini untuk memicu perang harga.
"Menurut saya, ini bukan memicu perang harga tapi membuka pasar baru yang selama ini belum dilayani," kata Joy, saat ditemui di gedung Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (13/12).
Menurutnya, segmentasi yang disasar dari paket internet baru ini berbeda dengan yang banyak tersedia saat ini. Joy mengatakan langkah ini diambil Indosat untuk menyediakan paket internet kecil yang masa aktifnya harian, bukan bulanan seperti yang kebanyakan berlaku di berbagai operator.
"Karena segmennya beda ya. Itu kan Rp 1.000 sehari, bukan 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, seperti yang lain. Kita merasa ada segmen yang selama ini belum diurus, karena kebanyakan kita selama beberapa waktu ini dua tahun terakhir banyak mengurus paket-paket yang bulanan. Nah, kita mulai coba yang paket yang lebih kecil, makanya kami keluarkan paket harian, 3 hari, 7 hari. Ini konsepnya berbeda, kita mau memasarkan sesautu yang belum dibidik pemain lain," jelasnya.
Dengan paket harian yang murah ini, Joy mengaku Indosat ingin membidik pasar dengan orang-orang yang memiliki 'Dompet Terbatas'. Ia melihat selama ini pasar tersebut tidak diperhatikan dan kebanyakan paket internet bulanan yang bisa dinikmati masyarakat.
"Ini menyasar pasar yang setiap hari mau beli terus beli terus. Saya lihat di Indonesia selama ini kan pasarnya memang seperti itu, dulu misalnya zamannya nelpon dan SMS orang biasanya isi ulang cuma 5 ribu atau 10 ribu. Saya lihat pasar itu dilupakan, jadi kita mau balik lagi membidik pasar itu," papar Joy.
Perilaku masyarakat yang tak bisa jauh dari smartphone dan berselancar di internet saat ini memang terus dimanfaatkan oleh para perusahaan telekomunikasi untuk menyediakan paket internet yang paling menarik. Berbagai strategi pun dilancarkan untuk menarik hati para konsumen, seperti paket internet harian yang diusung Indosat ini.
Joy Wahjudi sendiri baru saja menjabat sebagai Direktur Utama Indosat Ooredoo pada pertengahan November lalu. Ia menggantikan Direktur Utama sebelumnya, Alexander Rusli, yang memutuskan mundur dari posisinya.
SAMSUNG Tidak pernah usai dibicarakan. Baik yang akan
dirilis dalam waktu dekat maupun yang masih berbentuk konsep. Baru-baru
ini Samsung dikabarkan sedang bekerja untuk menggarap ponsel pintar yang
lebih 'radikal' daripada Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus.
Situs
teknologi dari Belanda LetsGoDigital, telah menemukan paten Samsung
World International Property Office (WIPO) baru yang merinci bagaimana
perusahaan tersebut akan membangun ponsel tanpa bezel-sama sekali. Ini
bukan 'bezel-less' seperti istilah pemasaran yang dilontarkan oleh
perusahaan smartphone saat ini, melainkan nol bezel. Tidak ada takik,
tanpa bezels sama sekali dan benar-benar full display.
Produk dengan
paten : WO/2017/204483 ini menunjukkan Samsung akan mencapai hal 'gila'.
Layar utama perangkat ini akan melengkung 180 derajat di bagian atas,
bawah, dan sisi smartphone.
Smartphone Samsung yang disebut-sebut akan memiliki nama Galaxy Zero.(LetsGoDigital)
Lantas mengapa ini disebut 'gila'? Pertama, perangkat ini akan
terlihat menakjubkan, seperti konsep yang dibocorkan oleh LetsGoDigital.
Kedua, hal itu akan membawa fungsionalitas baru seperti pemberitahuan
sisi atas yang memungkinkan pengguna bisa melihat notifikasi dari atas
ponsel. Bahkan tanpa perlu mengeluarkannya dari saku baju anda.
Terakhir, hal itu akan memungkinkan penggantian tombol power dan volume
dengan sensor virtual.
Selain itu, smartphone Galaxy 'radikal' ini
juga menimbulkan pertanyaan seperti ke mana kamera depan akan
menghadap, dan dimana letaknya? Bisa jadi mungkin dipasang di bawah kaca
display.
Sejauh ini belum jelas kabar mengenai kapan perangkat
yang disebut-sebut akan memiliki nama Galaxy Zero ini akan dikenalkan ke
publik. Sebab belum ada konfirmasi langsung dari pihak Samsung mengenai
hal yang mengegerkan dunia lewat inovasinya itu.